H - F - Z

Bulan Ramadhan, katanya banyak iklan sirup dimana-mana. Ada di TV, radio, bahkan di sosial media. Ada bagian-bagian juga katanya. Namun, entah karena aku yang tak terlalu memperhatikan iklan atau memang tidak suka cerita yang bersambung gitu, aku tak tahu sama sekali keberlanjutan sirup iklan itu. Hah, tapi gak penting juga? Toh ga nambah pahala? Wkwk maaf guys.

Bagiku hal yang paling aku senangi di bulan pembuka amal setahun ke depan ini adalah banyak acara TV islami dan memotivasi. Mulai dari pencarian qori, murottal usia dini, pemuda dakwah dan beraksi dan masyaAllah hafiz cilik Indonesia yang keren keren gini. Ada yang hafal 2 juz di usia 4 tahun hingga hafal 30 juz di usia 7 tahun. Ya Allah.. Tiap nonton acara ini pasti selalu meneteskan air mata. Air mata haru karena kisah mereka tak disangka-sangka memang bisa membuat musahabah diri dan terkadang air mata bahagia, setiap nonton tuh di shalawatiin terus. Berharap suatu saat bisa punya anak yang mengantarkan ke Jannah dan pemberi jubah kemuliaan di akhirat nanti.

Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya.
Itu kalo di bumi.
Kalo di angkasa, buah bisa jatuh ga ya? Kayanya sampe mati pun itu ga bakal jatuh wkwk
Tapi di angkasa belum nemu pohon, guys. Belum coba nanam juga.

IH apa sih.

Yang ku highlight bukan ini. Tapi tentang bagaimana kita menjaga diri. Yap, menjaga dan dijaga. Oleh siapa? Alquran. Jadi hafizh quran tepatnya. Hafizh itu berasal dari kata..
hafazha (fi'il madi) : Jaga
yahfazhu (fi'il mudhari') : menjaga

Sesuai dengan arti katanya, menjaga. Artinya orang yang menghafal alquran tentunya juga harus menjaga agar hafalan alquran itu tidak hilang, tidak lupa. Salah satu cara untuk menjaga hal tersebut adalah dengan menjaga hati kita dengan menjauhi hal-hal yang mungkin dapat memudarkan warna-warna penjagaan alquran kita.

Apa kaitannya dengan buah yang jatuh dari pohon?

Hm, apa-apa yang dilakukan oleh seorang orang tua, biasanya akan diikuti, dicontoh dan ditiru oleh anaknya. Bahkan term ini mungkin juga cocok untuk hubungan kakak-adik, senior-junior sekalipun.
Intinya, kalo kita bercita-cita anak kita menjadi seorang hafizh quran, tentu kita juga harus jadi hafizh quran terlebih dahulu. Masa mau dikasih jubah kemuliaan di akhirat sama anak, tapi sebagai seorang anak kamu tidak memberi jubah kemuliaan juga kepada orang tuamu? Apakah mungkin kamu bisa mencontohkan hal baik kepada anakmu?

Huhu.

Sekali lagi,
Hafizh itu pekerjaan seumur hidup. O:)

Semangat, guys.

Comments