Posts

H - F - Z

Bulan Ramadhan, katanya banyak iklan sirup dimana-mana. Ada di TV, radio, bahkan di sosial media. Ada bagian-bagian juga katanya. Namun, entah karena aku yang tak terlalu memperhatikan iklan atau memang tidak suka cerita yang bersambung gitu, aku tak tahu sama sekali keberlanjutan sirup iklan itu. Hah, tapi gak penting juga? Toh ga nambah pahala? Wkwk maaf guys. Bagiku hal yang paling aku senangi di bulan pembuka amal setahun ke depan ini adalah banyak acara TV islami dan memotivasi. Mulai dari pencarian qori, murottal usia dini, pemuda dakwah dan beraksi dan masyaAllah hafiz cilik Indonesia yang keren keren gini. Ada yang hafal 2 juz di usia 4 tahun hingga hafal 30 juz di usia 7 tahun. Ya Allah.. Tiap nonton acara ini pasti selalu meneteskan air mata. Air mata haru karena kisah mereka tak disangka-sangka memang bisa membuat musahabah diri dan terkadang air mata bahagia, setiap nonton tuh di shalawatiin terus. Berharap suatu saat bisa punya anak yang mengantarkan ke Jannah dan pember...

Ifthar di Angkot

Hari itu Senin, dimana mamaku datang seperti biasa untuk belanja keperluan toko Pekanbaru di Tanah Abang. Niatnya sahur pertama ku lewati sama mama. Tapi apalah daya, hari itu kelas pagi jam delapan. Aku takut tak keburu. Daripada telat, aku lebih rela untuk sahur pertama di kosan sendiri. Namanya juga puasa pertama, semuanya ku siapkan. Nasi telah ku "tanak" sejak malam sebelum sahur. Sebelum tidur pun ku pikirkan lauk apa yang akan ku makan parak siangnya. Sahur dan Subuh terlewati, saat itu ada DK 2 dan Skills Lab Radiologi, yang which is pulangnya lama, sedang aku harus balik ke Jakarta untuk berbuka bersama mama dan temannya. Akhirnya aku baru berangkat dari kosan jam setengah 5, dan sesampainya di Stasiun Karet sudah beberapa menit menjelang adzan. Yasudah, untung aku membawa BroPie makanan yang dibawakan oleh mama di hari sebelumnya. Tanpa minum dan kurma, aku langsung membuka plastik kue itu dan melahapnya. Hmm. Akhirnya aku merasakan apa yang bapak supir dan m...

Melawan Sakit

Assalamualaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh. Alhamdulillah akhirnya Allah sempatkan lagi buat buka blog ini. Huhu. Setelah beberapa pekan kemarin belum bisa menyempatkan waktu. Kali ini, aku mau cerita tentang salah satu lika-liku kehidupan kosku. Setelah hampir 2.5 tahun jadi anak kos yang sebenernya. Qadarullah, hari Sabtu kemarin aku demam. Badan panas, sakit kepala, pusing melakukan aktivitas apapun, ga merasa lapar sama sekali. Rasanya pengen rebahan terus, tapi ga enaknya pas tiduran kasurnya panas, ya karena memang badannya panas nular ke kasur :( Baru saat itu aku merasakan gimana sakit yang sebenarnya yang dirasakan anak kos di luaran sana, wajar aja ternyata mereka kangen keluarga, kangen rumah dan ga punya nafsu makan. Padahal kita dengan gampang nya bilang "Jangan lupa makan yaah, minum banyak-banyak, istirahat aja terus dan jangan banyak aktivitas". Eh, nyatanya ga semudah itu. Jangankan minum banyak-banyak, berdiri dikit aja sulit banget. Mo istirahat? G...

Menyadari Teguran

Astaghfirullahal 'adziim.. Astaghfirullahal 'adziim.. Astaghfirullahal 'adziim.. Semua orang bilang, manusia itu tidak luput dari kesalahan. Sekecil apapun itu.  Namun, apakah semua orang itu sudah menyadari kesalahan itu suatu saat akan dibalas? Di semua ajaran agama dan budaya tentulah jelas aturan itu. Namun yang disayangkan adalah ketika mereka menyadari kesalahan, kemudian tidak kembali meminta  memohon ampun pada Rabb-nya. Kenapa bisa begitu? Bisa jadi mereka belum pernah "ditegur" atau sudah pernah "ditegur" namun tetap saja santai tanpa memaknai tanda-tanda teguran itu. Memang dampaknya apa? Azab. Mereka yang tidak memahami dan menyadari teguran itu akan diberi azab oleh Allah sebagai balasan atas apa yang telah ia perbuat.  Apakah kemudian mereka menyadarinya? Ada yang sadar, tapi masih ada yang belum sadar.Bersyukurlah pada orang yang masih bisa tersadarkan. Tapi, ada orang yang sudah melakukan kesalahan berulang ...

Sepertinya Aku Kurang Bersyukur #2

Setelah diingatkan oleh Allah dengan 'jedotan'. Hari ini Allah menampar aku lagi. Entah pribadi ini yang masih 'bandel' atau memang Allah ingin melihat peningkatan kualitas ibadah hambaNya. Hari ini, 28 Mei 2018 adalah jadwal untuk klarifikasi atau semacam kuliah umum dan ujian skills lab untuk blok Orthodonti. Aku disentil bukan saat klarifikasi, tetapi memori yang sangat ingat-able itu adalah ketika menjalankan ujian skills lab. Ku akui, persiapan yang tidak begitu mantap untuk ujian kali ini. Bermodalkan membaca teori dan 'sedikit' latihan untuk melatih kekuatan dan ke-lihay-an tangan ini dalam membengkokkan kawat. Padahal, fyi blok ini memang membutuhkan banyak latihan agar bisa lancar mengikuti agenda-agenda praktikum yang akan dijalankan. Kesalahan fatal yang ku perbuat mungkin tidak akan aku jelaskan, karena diri ini hanya ingin menyimpan dalam-dalam kejadian itu di lubuk hati ter inferior dan ter posterior agar tidak menjadi demotivasi meng...

Sepertinya Aku Kurang Bersyukur #1

Sebelumnya aku mulai dengan "Alhamdulillah" karena hari ini aku sadar, etiologi atau penyebab dari kurang beruntungnya suatu nasib atau keadaan seseorang itu bias jadi karena "kurang bersyukur". Oh ya, ceritaku ini bukan tentang bagaimana aku mengeluh, cukup ambil saja hikmah dari kejadian yang aku alami. Jangan sampai terulang di kalian ya! Oke, 27 Mei 2018 ku lewati hari dengan santai dan hati yang biasa-biasa saja. Membaca sedikit materi untuk persiapan ujian hari Senin dan ujian-ujian berikutnya. Jujur, di hari yang bisa dibilang "kosong" itu, aku tidak memanfaatkan waktu berharga itu untuk melaksanakan amalan-amalan yang seharusnya bisa untuk aku maksimalkan di bulan Ramadhan. Mungkin karena hal itu Allah sangat menyayangkan perbuatanku itu, hingga Dia membuatku tidak bisa menangis saat meminta ampun padaNya. Hati nurani yang tak pernah salah ini memang berada di posisi diantara kebimbangan. Seorang hamba, lemah, homesick, tetapi tidak berniat unt...